Melihat Bukti Dahsyatnya Erupsi Merapi Dengan “Lava Tour Merapi”
Langkah Derofa - Salah satu gunung berapi aktif di Indonesia yang paling sering erupsi hingga hari ini adalah gunung Merapi.
Gunung yang terletak di perbatasan Jogjakarta dan Jawa Tengah ini sudah beberapa kali erupsi yang memakan korban jiwa dan harta benda.
Erupsi terbesar nya pada tahun 2010 telah merenggut banyak korban jiwa salah satunya Mbah Maridjan yang merupakan juru kunci gunung Merapi.
Namun dibalik suatu musibah yang terjadi pasti ada hikmah dan peluang yang terbuka. Sisa sisa peninggalan erupsi membuka lapangan rejeki bagi warga sekitar salah satunya wisata Lava Tour Merapi, tour ini membawa wisatawan ke lereng Merapi untuk melihat bukti dahsyatnya erupsi yang telah menghancurkan segalanya.
Jakarta Jumat 03 Februari 2023, kami berkumpul di UKI Cawang Jakarta Timur dan memulai perjalanan menuju Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Kami berangkat sekitar jam setengah sembilan malam dengan kondisi jalan tidak terlalu macet.
Di dalam perjalanan, bis yang membawa 30 orang peserta trip ini mengalami dua kali insiden ban kempes yang membuat kami berhenti lama di rest area. Tentu saja hal ini mengganggu jam istirahat kami padahal esok hari kegiatan padat sudah menunggu, belum lagi jadwal trip pasti akan ngaret karna kelamaan berhenti di rest area.
Kami tiba di Basecamp Lava Tour Merapi yang berada di Kaliurang Sleman sudah agak siang, jadi kami langsung bergegas mempersiapkan diri seakan kejar kejaran dengan waktu.
Kami menuju jeep masing masing dimana setiap jeep membawa 4 orang penumpang dan harus memakai helm keamanan.
Cuaca sudah mendung ketika kami memulai perjalanan dan benar saja selang lima menit kemudian hujan mulai turun dari gerimis menjadi deras mengharuskan kami memakai jas hujan agar tidak basah kuyup.
Lalu jeep berhenti di sebuah lokasi yang merupakan spot foto favorit berlatar belakang gagahnya gunung Merapi, namun karna hujan yang masih turun dengan deras membuat Merapi tidak kelihatan tertutup kabut.
Bunker Kali Adem
Hujan sudah berhenti ketika kami sampai di destinasi pertama yaitu Bunker Kali Adem, sebuah tempat yang dibangun dengan tujuan sebagai tempat berlindung dari letusan gunung Merapi.
Dari parkiran kami berjalan beberapa meter melewati warung warung yang menjual aneka makanan minuman dan souvenir oleh oleh.
Untuk masuk ke dalam bunker kami harus menuruni tangga terlebih dahulu, suasana di dalam bunker sangat gelap karna sumber cahaya hanya berasal dari pintu masuk.
Bunker ini tidak terlalu besar dan ditengah ruangan terdapat sebuah batu besar yang membuat ruangan menjadi sempit.
Udara di dalam bunker ini sangat pengab dan bau, itu disebabkan diatas batu yang ada ditengah ruangan tersebut dipenuhi oleh banyak sekali puntung rokok baik yang masih baru maupun yang lama. Entah apa maksud dan tujuan meletakkan puntung rokok diatas batu itu tapi itu malah membuat kotor dan bau.
Bunker Kali Adem merupakan saksi bisu betapa dahsyatnya erupsi gunung Merapi, dua orang relawan meninggal dalam bunker saat berlindung dari awan panas Merapi atau wedus gembus pada tahun 2006 silam.
Sejak saat itu bunker yang tadinya dianggap sebagai tempat aman untuk berlindung dari erupsi tidak digunakan lagi karna bunker tidak mampu menahan suhu extrem dari panas awan erupsi.
Sekarang Bunker Kali Adem berubah fungsi jadi tempat wisata walau cerita mistis sempat mewarnai keberadaan nya sejak kejadian itu.
Bunker Kali Adem berada di Desa Kinahrejo dan berjarak sekitar lima kilometer dari puncak Merapi, sehingga jika Merapi sedang erupsi maka wilayah ini salah satu wilayah terdampak paling berat.
Kami meng-explore kawasan sekitar Bunker, masih terlihat sisa sisa material vulkanik dari Merapi seperti pasir, kerikil dan juga bebatuan besar.
Terdapat juga sebuah sungai kering yang merupakan jalur aliran lahar dari Merapi, selain lebar dan dalam lokasi ini juga rawan longsor sehingga ada larangan agar pengunjung tidak terlalu dekat dengan area ini.
Kami masih berharap agar kabut segera pergi supaya Merapi bisa menampakkan dirinya, tapi apa daya kabut masih bertahan dan enggan pergi.
Museum Omahku Memoriku
Destinasi kedua dari Lava Tour Merapi adalah Omahku Memoriku, untuk menuju ke tempat ini kami kembali naik jeep dan melewati jalur yang berkelok kelok.
Kanan kiri jalan dipenuhi pepohonan tinggi dan rimbun, sudah tidak ada lagi pemukiman warga di daerah ini karna sudah di relokasi sejak kejadian erupsi yang dahsyat itu.
Lokasinya termasuk dekat dengan puncak Merapi sehingga berbahaya untuk ditempati lagi.
Warga yang beraktivitas di area ini yaitu mereka yang mengambil rumput untuk makanan ternak atau berkebun. Jika ada tanda tanda gunung akan erupsi maka warga harus segera turun termasuk mereka yang punya warung di sekitar lokasi wisata lereng Merapi seperti di area Bunker, serem juga ya.
Sepanjang jalan yang kami lewati hanya terlihat jeep jeep yang lalu lalang membawa wisatawan.
Museum Omahku Memoriku awalnya adalah rumah warga yang terkena dampak erupsi pada tahun 2010 silam. Kondisi rumah nya hancur parah meninggalkan beberapa barang dan perabotan yang juga sudah hancur.
Kemudian oleh pemilik rumah sisa sisa barang tersebut dikumpulkan dan didata sehingga menjadi museum mini di lereng Merapi.
Museum ini ditujukan untuk mengenang peristiwa meletus nya gunung Merapi pada tahun 2010 dengan sangat dahsyat.
Di beberapa ruangan rumah ini terdapat koleksi perabotan terdampak erupsi yang sudah tidak utuh lagi seperti meja, kursi, piring, gelas, kompor, jam dinding, gamelan hingga kerangka hewan, tak ketinggalan foto foto yang menggambarkan dahsyat nya bencana tersebut.
Benda benda yang dikumpulkan tidak hanya milik satu keluarga saja tapi juga milik warga sekitar.
Berada dalam rumah ini seketika langsung membayangkan seperti apa kejadian erupsi pada saat itu, betapa panik dan takutnya warga menyelamatkan diri. Mereka kehilangan semua yang mereka punya seperti rumah, harta benda bahkan anggota keluarga.
Kali Kuning
Kemudian kami naik jeep lagi dan berpindah ke lokasi yang lain. Tujuan kami selanjutnya adalah Kali Kuning sebuah sungai di kaki gunung Merapi yang dilalui oleh material vulkanik gunung saat erupsi.
Kali Kuning menjadi sumber rejeki juga bagi para penambang pasir, bahkan saat terjadi erupsi tahun 2010 silam mengakibatkan tertutupnya jembatan yang melintasi Kali Kuning oleh material berupa pasir, batu dan lumpur yang mengalir melalui sungai.
Saat tiba di Kali Kuning, kami melihat puluhan jeep sedang menunggu antrian untuk turun ke sungai.
Jeep akan masuk ke sungai yang tidak terlalu dalam dan menyusuri sungai dengan kecepatan tinggi. Ini menjadi pengalaman menarik dan menantang bagi wisatawan yang mengikuti Lava Tour Merapi karna merasakan sensasi yang luar biasa.
Saat giliran jeep kami turun ke sungai dan menunjukkan atraksinya menerabas air dengan kecepatan tinggi, kami hanya berpegangan supaya tidak jatuh. Rasanya luar biasa antara happy dan takut, semua bercampur aduk.
Apalagi permukaan sungai yang tidak merata membuat goncangan jeep sangat terasa, tak jarang juga penumpang jeep akan basah terkena jipratan air saat berpapasan dengan jeep lain.
![]() |
| Foto lavatourmerapi,com |
Tapi semua berjalan aman dan lancar karna supir jeep adalah orang yang handal dan berpengalaman.
Selama dua jam kami mengikuti Lava Tour Merapi ini, kami mendapatkan banyak pengalaman baru. Walau Merapi tidak menampakkan diri hingga kami pulang tapi bisa melihat langsung betapa dahsyat dampak erupsi yang ditimbulkannya itu sungguh luar biasa.






.jpg)









Comments
Post a Comment