Menggapai Puncak Gunung Galunggung, Tinggal Naik Tangga
Langkah Derofa - Buat para traveler penyuka kegiatan alam, pasti tidak asing lagi dengan gunung yang jadi primadona wisata alam di Tasikmalaya yaitu gunung Galunggung.
Nah pada tanggal 11 Maret 2022 kemarin gue bersama rombongan mengadakan “one day trip (ODT)” ke gunung Galunggung. Kami ingin menikmati keindahan kawah Galunggung yang konon berwarna hijau tersebut.
Primadona Wisata Di Tasikmalaya
Gunung galunggung yang kami tuju memiliki ketinggian 2.167 meter diatas permukaan laut dan berjarak sekitar 17 km dari pusat kota Tasikmalaya.
Kami memulai perjalanan ini dari UKI Cawang Jakarta Timur tepat pada pukul 00:00, dengan estimasi perjalanan ditempuh sekitar 5 jam sehingga sampai disana sudah pagi.
Senang sekali bisa meninggalkan ibukota yang saat itu sudah mulai lengang tidak ada lagi kemacetan. Selama perjalanan digunakan untuk tidur walaupun tidak selelap ketika tidur dirumah ditemani bantal dan guling.
Estimasi waktu yang direncanakan untuk sampai jam 5 pagi ternyata meleset, mobil kami masih berada di jalan berjuang melewati kemacetan dan kami harus melewati peristiwa terbitnya matahari di gunung Galunggung.
Jalur menuju Galunggung berupa hutan dengan pepohonan lebat membuat udara sekitar menjadi lebih sejuk. Beberapa kali kami melihat kawanan monyet yang bergelantungan di pohon dan sebagian lagi berkeliaran di jalan seakan akan mereka sedang meminta makan kepada kami, entahlah.
Tangga Panjang Menuju Puncak
Sebelum melakukan pendakian kami sempatkan dulu untuk sarapan di warung yang banyak ditemui di area tersebut. Dari sini sudah terlihat puncak gunung Galunggung, terlihat dekat dimata tapi pasti tidak untuk kaki.
Keistimewaan dari gunung Galunggung ini adalah jalur ke puncaknya itu berupa tangga yang terdiri dari 620 anak tangga, tentu hal ini jadi tantangan berat bagi pengunjung untuk menaiki tangga sebanyak itu. Ditambah lagi jalur menuju puncak itu sangat terbuka tanpa pepohonan sehingga panas matahari langsung menembus kulit.
Disarankan jika datang kesini usahakan di pagi hari saat matahari belum terlalu terik atau sore hari dimana cuaca lebih bersahabat.
Jarak dari area parkir menuju puncak kawah sekitar 200 meter saja tapi karna trek nya menanjak dan harus menaiki ratusan anak tangga pasti tidak secepat itu untuk mencapai puncaknya.
Kami melewati satu persatu anak tangga dengan perlahan, apalagi ratusan anak yang curam tentu bukan hal yang mudah, sebaik nya ketika menaiki tangga tidak usah terburu buru, nikmati saja pemandangan dari ketinggian sambil beristirahat memulihkan tenaga.
Di gunung Galunggung ini terdapat dua tangga yang disediakan buat pengunjung, tangga untuk naik dan tangga untuk turun. Tangga untuk naik berjumlah 620 anak tangga dan disebut dengan tangga kuning karna berwarna kuning.
Sedangkan tangga untuk turun berjumlah 510 anak tangga dan disebut tangga biru karna berwarna biru. Jarak antara kedua tangga tersebut sekitar 200 meter dan dijamin setelah turun dari puncak melewati tangga yang curam dan panjang pasti kaki menjadi tremor atau bergetar.
Keunikan Gunung Galunggung
Setelah istirahat beberapa kali akhirnya kami sampai juga di puncak gunung Galunggung. Siapa sangka gunung yang sebelumnya pernah beberapa kali erupsi ini memiliki kawah indah yang berwarna hijau.
Dari puncak tempat kami berada, kawah ini terlihat begitu indah dan warnanya sangat mempesona. Dan kami baru tau ternyata kawah ini adalah DANAU yang terbentuk oleh aktivitas vulkanik di masa lampau.
Tebing tebing sekeliling kawah yang menjulang tinggi dengan pepohonan hijau yang tumbuh diatasnya membuat panorama kawah Galunggung menjadi damai dan tenang, apalagi saat itu tiba tiba kabut datang membuat suasana makin syahdu.
Kami begitu takjub dengan pemandangan didepan kami, begitu hijau begitu asri.
Tapi sebentar, yang ada dekat danau kawah itu kenapa terlihat seperti tenda pendaki, apakah itu adalah tenda? ternyata benar itu adalah tenda para pendaki yang sedang camping di area kawah. Agak sedikit menyeramkan ya mendirikan tenda di area kawah tapi itu terjadi di gunung Galunggung.
Para pengunjung juga bisa turun ke danau kawah melihat danau secara dekat tapi itu artinya harus siap siap menuruni anak tangga lagi.
Yang uniknya lagi di gunung Galunggung ini adalah, jika pengunjung tidak mau capek atau tidak kuat menaiki ratusan anak tangga curam maka ada pilihan lain yaitu naik ojek dengan tarif Rp. 25.000 untuk sekali jalan. Tentu ini sangat membantu sekali bagi mereka yang sudah berumur atau tidak kuat nanjak bisa cepat langsung menuju puncak.
Minuman Aren Dan Pisang Ranggap
Saat kami sedang berjalan mencari tangga untuk turun kami melihat seorang bapak yang menenteng bambu panjang dan kami penasaran lalu bertanya, ternyata itu adalah minuman aren yang namanya sudah lupa lagi dan rasanya manis sekali. Cukup membayar Rp. 5.000 saja untuk satu gelas, lumayan bisa menambah energi untuk turun tangga.
Bapaknya terlihat senang sekali karna kami membeli beberapa gelas dagangan nya.
Tak hanya itu saat berada di warung kami melihat pisang yang bentuk nya agak aneh dan berbeda dari pisang pada umumnya.
Warga sekitar menyebut pisang itu pisang ranggap, buahnya besar dan berwarna kemerahan. Pisang ini hanya tumbuh subur disekitar gunung Galunggung.
Konon katanya pisang ranggap ini dipercaya bisa melancarkan buang air kecil dan sakit pinggang. Jadi tak hanya unik tapi juga berkhasiat. Untuk rasanya sendiri tidak tahu karna belum nyobain hehe.
Fasilitas Cukup Lengkap
Tasikmalaya memiliki beberapa destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi salah satunya wisata alam gunung Galunggung sehingga tempat ini dikelola dengan cukup baik, berbagai fasilitas tersedia disini seperti parkir yang luas, warung makan, toilet dan kamar mandi yang bersih serta warung penjual cindera mata dan oleh oleh,
Di puncak gunung Galunggung terdapat beberapa warung yang menyediakan aneka makanan dan minuman serta tempat duduk untuk beristirahat.
Terdapat juga beberapa lokasi yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk berfoto salah satunya Tugu peringatan erupsi Galunggung yang terjadi tahun 1982 - 1983, tugu ini menjadi spot foto favorit pengunjung yang menandakan bahwa mereka sudah pernah ke Galunggung.
Fakta Tentang Gunung Galunggung
Seperti gunung berapi pada umumnya di Indonesia yang pernah meletus, maka sejarah pernah mencatat gunung Galunggung beberapa kali meletus dan letusan terakhir nya terjadi pada tahun 1982, letusan tersebut cukup dahsyat menghancurkan beberapa rumah warga.
Letusan gunung memunculkan objek wisata disekitar galungggung, salah satunya sumber air panas.
Jadi gunung Galunggung ini adalah gunung berapi aktif dan satu satunya gunung berapi yang ada di Tasikmalaya, walau begitu gunung ini termasuk wisata alam ramah anak.
Oiya jika pernah main ke gunung Tangkuban Prahu di Lembang Bandung maka gunung Galunggung memiliki kesamaan dengan Tangkuban Prahu yaitu kawahnya tidak terlalu jauh dari tempat parkir, pembedanya adalah jika gunung Galunggung harus menaiki tangga untuk melihat kawah sedangkan Tangkuban Prahu turun dari kendaraan sudah bisa melihat kawah.






















Comments
Post a Comment