Sarapan Pagi Di Jalan Fenomenal : Jalan Malioboro
Langkah Derofa - Berlibur di kota Jogja sesuatu hal yang mengasyikkan, selain suasana nya yang menyenangkan daya tarik wisata kuliner nya juga begitu kuat.
Saat berada di Jogja dan menginap di kawasan Malioboro, pastikan pagi hari nya menikmati sarapan di Malioboro sebuah jalan fenomenal yang ada di kota Jogja.
Jika sehari sebelumnya badan cukup lelah karna mengunjungi tempat wisata di Jogja, jangan jadikan itu penghalang untuk bisa bangun pagi. Tinggalkan tempat tidur yang empuk menuju jalan Malioboro untuk mencari sarapan dan menikmati suasana pagi disana.
Kawasan Malioboro di pagi hari sudah ramai dengan aktivitas warga dan wisatawan walau tidak seramai siang sore atau malam hari.
Para wisatawan yang menginap disekitar Malioboro pada keluar untuk menikmati suasana pagi di kota Jogja sambil mencari sarapan.
Di sepanjang jalan ini sudah ramai dengan para pedagang makanan yang membuka lapak mereka di trotoar jalan.
Para pedagang ini sudah datang saat sebagian orang masih terlelap tidur, mereka mencari rejeki dipagi hari dengan menyediakan makanan bagi para wisatawan yang lapar. Keramaian ini tentunya tidak sampai mengganggu lalu lintas kendaraan di Malioboro.
| Gudeg |
Menikmati sarapan pagi di Malioboro memberikan sensasi tersendiri suasananya begitu hangat, beruntung sekali bisa berada di tempat ini.
Makanan yang dijual di Malioboro biasanya tidak jauh dari gudeg, karna gudeg adalah kuliner khas dari kota Jogja.
Para penjual gudeg ini kebanyakan “mbah mbah” yang sudah berjualan gudeg puluhan tahun, mereka melayani para pembeli dibantu oleh beberapa anggota keluarga nya. Penjual gudeg menggelar dagangan mereka di trotoar jalan menggunakan meja dan bangku sederhana, bahkan bisa lesehan juga.
Dan mereka cuma berjualan di pagi hari saja karna kalau agak siang mereka akan membereskan dagangan untuk pulang dan kembali lagi esok hari.
| Pecel sayur |
Selain gudeg menu lain yang banyak ditemui di Malioboro adalah pecel, tapi bukan pecel ayam atau pecel lele yang biasa jualan di tenda pinggir jalan ya. Pecel nya adalah pecel sayuran yang dibumbuin dengan saos kacang.
Dua menu ini gudeg dan pecel merupakan menu yang banyak dijual dan mungkin jadi favorit para pengunjung walau menu menu variasi lainnya ada juga disini.
Makan ditemani segelas teh hangat, dengan suasana yang begitu tradisional membuat nafsu makan jadi bertambah, padahal gudeg dan pecel itu merupakan makanan berat karna ditambah nasi hehe.
Pagi hari merupakan saat yang pas menikmati Malioboro dalam suasana yang cukup sepi, hal ini tentunya diabadikan dengan berfoto ditempat tempat yang menggambarkan secara jelas ciri khas kota Jogja dan Malioboro.
Di pagi hari juga kita bisa melihat aktivitas warga terutama mereka yang berjuang mencari rejeki, karna di jalan Malioboro terdapat pasar tradisional yaitu pasar Bringhardjo.
Ingat awali harimu dengan sarapan bukan dengan senyuman, karna sarapan dapat meningkatkan energi, konsentrasi dan tetap fit saat beraktivitas.


Comments
Post a Comment