Menyadap Karet, Salah Satu Mata Pencaharian Masyarakat
Langkah Derofa - Salah satu sumber mata pencaharian masyarakat di pedesaan adalah sebagai penyadap karet.
Getah karet yang dihasilkan pada proses penyadapan tersebut bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Beberapa manfaat karet yang digunakan dalam kehidupan sehari hari seperti ban kendaraan, karet gelang, sepatu karet, perabot rumah tangga dan lain sebagainya.
| www.123rf.com |
Proses penyadapan karet dilakukan dengan cara menoreh batang pohon menggunakan pisau sadap sehingga mengeluarkan getah atau disebut juga dengan lateks, penorehan ini dilakukan tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dangkal.
Cara menyadap batang pohon biasanya dilakukan dari bagian kiri atas kebawah membentuk jalur aliran getah. Panjang nya jalur torehan getah hanya setengah lingkaran dari pohon, tidak mengitari seluruh bagian batang pohon.
Setelah ditoreh maka batang pohon akan mengeluarkan getah berwarna putih susu yang ditampung pada wadah atau mangkok. Tetes demi tetes getah akan terus keluar, usahakan tempat penampungan berada tepat dibawah tetesan getah.
Getah yang berkumpul di penampungan akan mengalami proses pembekuan dan akan dipanen sore harinya. Jika getah yang dikumpulkan sudah banyak, siap untuk ditimbang dan dijual kepada pengepul.
| Pisau sadap karet |
Pohon yang disadap biasanya pohon yang sudah cukup umur sekitar 5-7 tahun karna akan mengeluarkan getah yang banyak. Proses penyadapan karet ini bisa dilakukan dua hari sekali selama pohon tersebut masih bagus.
Waktu penyadapan biasanya dilakukan pada pagi hari, sehingga para petani bisa melakukan aktivitas lain setelah selesai menyadap.
| Sumber klikteknik.com |
Bekerja sebagai penyadap karet pasti ada hal yang tidak mengenakkan yang harus dialami yaitu harga karet yang tiba tiba menurun drastis. Hal ini sangat menyusahkan para petani karna jadi sulit mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Walaupun tidak seterusnya harga karet turun, karna bisa juga mengalami kenaikan dan ini pasti menguntungkan para petani.
Selain harga yang menurun drastis, kendala yang sering dihadapi para petani adalah datang nya musim hujan. Musim hujan yang berkepanjangan membuat para petani tidak bisa bekerja secara maksimal. Selain itu hujan juga bisa menggenangi mangkok tempat hasil sadapan dan pada akhirnya tumpah dan membuat petani jadi rugi.
Bekerja di alam terbuka seperti di perkebunan karet membuat para petani harus berteman dengan nyamuk dan binatang lainnya. Tapi semua itu harus dijalani demi mencari sesuap nasi.
Bersyukurnya para petani tidak terpapar matahari secara langsung karna terhalang rimbunan pohon karet.
Satu hal yang menjadi harapan para petani karet ini adalah harga karet tidak menurun lagi, kalau bisa harganya malah meningkat sehingga para petani bisa sejahtera dan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.


Comments
Post a Comment