Edelweis Si Bunga Abadi, Lihat Boleh Petik Jangan!

Foto travel.kompas.com

Langkah Derofa - Salah satu tanaman yang akrab dengan para pendaki gunung adalah bunga Edelweis. Bunga cantik dengan nama latin Anaphalis Javanica ini sering juga disebut bunga keabadian. Warnanya yang putih kuning cerah sangat mempesona siapa saja yang melihatnya.

Edelweis memiliki masa hidup panjang dan memiliki masa berbunga yang lama. Jika bunga lain setelah dipetik akan layu maka tidak dengan edelweis, dia tetap awet dan tidak rusak meski sudah dipetik bertahun tahun lamanya, itulah sebabnya edelweis disebut bunga abadi.

Karna kecantikan dan filosofi keabadian tersebut mengundang tangan tangan pendaki “nakal” untuk memetiknya, entah dijadikan sebagai koleksi pribadi atau untuk diberikan kepada sang kekasih hati.

Padahal dengan jelas sudah ada peraturan keras yang melarang siapapun memetik edelweis bahkan ada sanksi tegas buat mereka yang nekad melakukannya.

Tapi dengan pelarangan dan pemberlakuan sanksi tersebut tidak membuat kapok mereka yang ingin memiliki bunga abadi. Tetap saja ada berita tentang mereka yang ketahuan memetik edelweis sembarangan dan jadi viral di sosial media. Kalau sudah begini harus bagaimana lagi?  

Alun alun Suryakencana Gunung Gede

Edelweis tidak boleh dipetik karna berada dikawasan konservasi. Segala tumbuhan dan binatang yang ada dikawasan konservasi dilindungi oleh undang undang. Alasannya simple, jika edelweis dipetik sembarangan maka akan terancam punah. Bisa dibayangkan jika setiap orang dengan bebas memetik edelweis, lama lama kita cuma bisa melihat foto saja karna wujudnya sudah hilang.

Jangan meninggalkan apapun selain jejak, jangan membunuh apapun selain waktu dan jangan mengambil apapun selain gambar

Edelweis hanya hidup di dataran tinggi seperti gunung gunung yang berada diketinggian 2000 meter diatas permukaan laut. Jadi butuh pengorbanan yang berat untuk bisa melihatnya secara langsung.

Beberapa gunung yang terkenal dengan hamparan edelweis diantaranya Gunung Gede Pangrango dengan Alun Alun Surya Kencana dan Lembah Mandalawangi, serta Gunung Papandayan dengan Tegal Alun dan Pondok Saladah.  

Edelweis di Gunung Lawu

Pondok Saladah Gunung Papandayan

Sang bunga yang dianggap sebagai simbol cinta abadi ini semakin indah dan mempesona saat mekar. Bulan April hingga Agustus setiap tahun nya saat musim hujan telah berakhir merupakan waktu yang pas untuk edelweis bermekaran.

Jika kamu menyukai Edelweis tolong jangan memetik nya tapi cukup mengabadikan dalam foto atau video sambil menikmati keindahan nya. Tapi jika benar benar ingin memilikinya secara utuh jangan khawatir karna di daerah Bromo Jawa Timur terdapat sebuah desa yang memperjual belikan edelweis secara legal dan tidak melanggar hukum karna merupakan hasil budidaya dari masyarakat.

Jangan memetik edelweis untuk diberikan kepada orang tersayang, tapi ajak dia bersama sama ke tempat bunga abadi itu berada.

 

Comments