Ternyata Ada 2 Candi Yang “Terlupakan” Di Komplek Candi Prambanan?
Langkah Derofa - Kita tentu sudah mengenal Candi Prambanan dan Candi Sewu yang berada di Jogjakarta. Kedua candi cantik ini tidak terlepas dari legenda Roro Jonggrang yang masih beredar ditengah masyarakat hingga hari ini.
Candi Prambanan dan Candi Sewu berada dalam komplek yang sama dan hanya berjarak beberapa ratus meter saja.
Tapi taukah kita bahwa di dalam komplek yang sama juga terdapat dua candi lainnya yang tidak kalah menarik dari Prambanan dan Sewu walau berukuran lebih kecil?
Kedua candi tersebut kurang populer atau bahkan seolah olah “terlupakan”, kenapa? mungkin karna ukuran nya yang kecil sehingga pengunjung di kedua candi ini tidak seramai pengunjung di Prambanan dan Sewu. Padahal kedua candi ini juga peninggalan sejarah masa lalu, bukti dari peradaban nenek moyang kita.
Lalu apa saja kedua candi tersebut?
Candi Bubrah
Dalam bahasa Jawa, Bubrah itu artinya hancur berantakan atau rusak. Kenapa dinamakan seperti itu karna pada saat ditemukan Candi Bubrah dalam keadaan berantakan, berupa reruntuhan.
Candi yang berukuran 12 x12 meter itu sudah sangat rusak ketika ditemukan, hanya tersisa reruntuhan setinggi dua meter saja. Kemungkinan runtuh nya Candi Bubrah disebabkan oleh gempa bumi akibat letusan gunung Merapi berabad silam.
Candi Bubrah diperkirakan dibangun sekitar abad ke-9 sampai abad ke-10 pada masa kerajaan Mataram kuno dan merupakan candi beraliran Budha. Bangunan nya tinggi ramping dengan atap stupa menjadi simbol Meru.
Susunan stupa induk merujuk konsep pantheon dalam agama Budha, yakni 1 stupa dikelilingi 8 stupa kemudian dikelilingi lagi 16 stupa.
Candi Bubrah mengalami renovasi pada tahun 2011 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan kebudayaan Muhajir effendy pada tahun 2017.
Walau candi Bubrah sudah direnovasi dan tidak bubrah lagi tapi namanya tetap dikenal sebagai Candi Bubrah.
Sumber foto: nativeindonesia.com
Candi Lumbung
Candi Lumbung adalah candi Budha yang pembangunan nya diperkirakan pada abad ke-9 sampai abad ke-10 zaman kerajaan Mataram kuno.
Penamaan Candi Lumbung sendiri merupakan sebutan dari masyarakat karna bentuknya yang mirip dengan lumbung atau tempat penyimpanan padi.
Candi Lumbung memiliki 17 candi yang terdiri dari satu candi besar sebagai candi induk dan 16 candi perwara yang berbaris mengelilingi candi utama.
Sekeliling candi ditumbuhi pepohonan rindang dan hamparan rumput yang hijau membuat suasana jadi sejuk dan tenang.
Pada tahun 2006 silam saat gempa melanda Jogja, candi candi yang berada dalam kawasan Prambanan mengalami kerusakan ringan sampai berat. Dan kerusakan itu juga dialami oleh Candi Lumbung dimana terdapat pergeseran batu pada tubuh candi dan banyak balok batu yang pecah, tapi bersyukurnya semua sudah direnovasi kembali.
Selain di Prambanan ternyata ada candi lain juga loh yang namanya sama dengan Candi Lumbung dan berlokasi di Magelang, jadi jangan sampai salah mengenali kedua candi ini.
Sumber foto: nativeindonesia.com
Candi Bubrah dan Candi Lumbung berada diantara Candi Prambanan dan Candi Sewu, sehingga ketika pengunjung yang datang dari Prambanan menuju Sewu atau sebaliknya pasti akan melewati kedua candi ini.
Candi prambanan beraliran Hindu sementara Candi Sewu, Candi Bubrah dan Candi Lumbung beraliran Budha. Candi candi ini semua berada dalam satu wilayah dan jaraknya berdekatan. Hal ini menandakan bahwa pada masa lampau toleransi beragama sudah terjalin, semoga hal baik ini juga bisa diteruskan sampai kapanpun ya.
Fyi : berkunjung ke Candi Bubrah dan Lumbung sudah tidak perlu membeli tiket lagi, karna cukup membeli satu kali tiket bonusnya bisa menikmati keindahan empat candi.
*Dari berbagai sumber






Comments
Post a Comment