Pendakian Gunung Gede 2.958 Mdpl Via Putri ; Pasar Pindah Ke Gunung
![]() |
| Puncak Gunung Gede |
Langkah Derofa - Maret 2019, “Besok Libur Adventure” sebuah komunitas travelling yang gue lihat di instagram membuka open trip ke Gunung Gede dengan cost Rp. 400.000, entah kenapa gue kok tertarik dan akhirnya daftar untuk ikut. Tripnya sendiri akan dilakukan pada akhir bulan April jadi masih ada waktu sekitar satu bulan lagi untuk persiapan, terutama untuk latihan fisik. Ini adalah pengalaman pertama gue naik gunung ikut open trip karna pendakian sebelum nya lebih sering berdua dengan sahabat gue. Semoga trip kali ini bisa menyenangkan dan menambah pengalaman baru dan mendapat teman baru.
Gunung Gede 2.958 Mdpl
Jumat malam kota Jakarta diguyur hujan deras dari sore hari bahkan sempat kebasahan ketika perjalanan dari tempat kerja menuju stasiun comutter line di Sawah Besar. Meeting point untuk trip ini di stasiun Bogor jadi harus menempuh perjalanan kurang lebih dua jam dengan harus berdesakan karna bersamaan jam pulang kerja. Dan ternyata daerah Bogor diguyur hujan juga, oiya Bogor kan kota hujan ya hehe. Sempat muncul rasa was was kalau hujan begini, karna akan merepotkan kalau besok mendaki dengan kondisi hujan. Satu persatu anggota trip mulai berdatangan, hujan pun reda dan kami berangkat menuju basecamp. Perjalanan malam ditambah udara dingin dan capek membuat semua pada terlelap hingga tidak terasa kita sudah sampai di basecamp yang berada di daerah Cipanas Jawa Barat.
Gunung Gede ini merupakan gunung favorit para pendaki ibukota karna jaraknya yang tidak terlalu jauh dan tidak memakan waktu yang lama sehingga bisa didaki di akhir pekan saja, jadi kebayang dunk ramainya gunung ini ketika akhir pekan. Gunung Gede juga menyuguhkan pemandangan yang indah di area camp nya atau tepatnya di Surya Kencana, padang yang luas dengan hamparan Edelweisnya.
Gunung Gede sendiri mempunyai ketinggian 2.958 Meter diatas permukaan laut dan berada di dua wilayah yaitu Cianjur dan Sukabumi Jawa Barat, masuk kategori stratovolcano ini terlihat dari kawahnya yang masih aktif. Gunung Gede memiliki 3 jalur yang bisa ditempuh oleh para pendaki yaitu jalur via Gunung Putri, jalur via Cibodas dan jalur via Selabintana dan karna posisinya yang berdekatan dengan gunung Pangrango tidak jarang para pendaki melakukan lintas jalur dan bahkan summit ke dua gunung tersebut.
Dari 3 jalur pendakian tersebut, jalur via Gunung Putri merupakan favorit para pendaki dan sekarang ini kita berada di basecamp Gunung Putri.
Pendakian Gunung Gede, Ramai Dan Antri
Pendakian Gunung Gede, Ramai Dan Antri
Malam itu udara sangat dingin tapi suasana begitu ramai oleh para pendaki yang seakan tidak peduli dengan dingin yang menusuk tulang. Dari parkiran kami berjalan sekitar 100 meter menuju basecamp “Hadi”, malam ini kita akan menginap di basecamp yang menyediakan tempat istirahat dengan bantal empuknya ini. Para pendaki mulai berdatangan membuat suasana tidak nyaman untuk tidur tapi mau gimana lagi. Basecamp Hadi ini menyediakan beberapa kamar mandi yang air nya sangat dingin, kami cukup membayar Rp. 15.000/orang untuk satu malam.
Ketika pagi menjelang kami pun bersiap untuk mendaki. Dari basecamp pagi itu kami melihat begitu banyak pendaki yang melintas, wow bukan banyak lagi tapi ramai! Gue jadi berpikir gunung ini kan memberlakukan pendaftaran online yang kuota pendaki nya dibatasi tapi ini kayanya udah melebihi kuota, apakah sistem kuota itu cuma formalitas aja? entahlah!
![]() |
| Basecamp Hadi |
![]() |
| Suasana di basecamp Hadi |
![]() |
| Beuh, sudah mirip dengan jalanan ibukota, macet |
Oiya trip kali ini diikuti oleh 14 orang baik peserta maupun panitia dan dibagi dalam dua kelompok, dan sebelum mendaki kami briefing dan berdoa terlebih dahulu semoga perjalanan ini diberi kelancaran. Dan karna ini open trip gue cukup membawa perlengkapan dan keperluan pribadi saja sedangkan perlengkapan lain nya seperti tenda dan logistik menjadi tanggung jawab penyelenggara open trip. Salah satu keuntungan ketika ikut open trip ya begini ini, hehe.
Awal pendakian dari basecamp menuju pos 1 sudah dimulai dengan antrian yang sangat panjang dan ramai, mungkin karna ini minggu terakhir sebelum puasa jadi para pendaki menggunakan waktu untuk mendaki. Pendakian awal melewati kebun warga yang sangat segar di pandang. Beberapa kali sempat bertegur sapa dengan warga yang selalu memberi semangat, karna masih awal pendakian pasti masih semangat apalagi jalur belum terlalu berat. Tapi melewati pos demi pos jalurnya semakin berat apalagi habis diguyur hujan malam sebelumnya mengakibatkan licin dan harus berhati hati. Di tiap tiap pos kami pasti akan berhenti cukup lama untuk menunggu anggota trip yang mulai terpisah.
![]() |
| Mencoba tersenyum di depan camera, walau capek |
![]() |
| Pos 2 Leugok Leunca |
![]() |
| Jalur yang rapat oleh pepohonan bikin udara jadi sejuk |
Jalur Gunung Putri ini hampir dipastikan tidak ada bonus, apalagi dengan kondisi padat merayap begini cepat sekali membuat kaki pegal karna harus menahan beban tubuh di tanjakan. Tapi itulah gunung Gede yang selalu punya daya tarik kepada para pendaki. Ada hal yang gue suka dari gunung ini adalah vegetasinya yang masih rapat, kanan kiri jalur ditumbuhi pohon pohon tinggi dan rindang yang membuat udara jadi adem walaupun sedikit horor juga.
Dan karna fokus ke jalur sudah tidak terlalu memperhatikan lagi posnya ada berapa, lebih fokus kepada warung yang ada ditiap pos yang menjajakan gorengan panas yang dalam sekejab jadi dingin. Warung warung selalu ada di tiap pos bahkan di puncak pun kita masih menjumpai warung, luar biasa sekali.
Untuk sampai ke Surya Kencana kami menghabiskan waktu sekitar 9 jam, waktu yang sangat lama. Hal ini disebabkan sering nya berhenti di jalur dan juga di pos karna fisik yang capek, maklum pemula. Ditambah lagi kondisi jalur yang sangat ramai yang memicu sering terjadinya kemacetan dan antrian di jalur. Baru sebentar saja menginjakkan kaki di Surya Kencana hujan pun turun dengan derasnya, waktu sudah hampir magrib kabut mulai turun dan udara tambah dingin sedangkan panitia belum bisa mendirikan tenda karna yang membawa tenda masih jauh dibelakang menunggu salah satu peserta yang kelelahan dan berjalan dengan sangat pelan sekali.
Sendirian Menggapai Puncak
Pertama kali summit di pagi hari adalah di gunung Gede ini, jadi gue semangat sekali untuk bangun dan persiapan muncak. Satu persatu perlengkapan pribadi gue masukin ke tas ; air minum, cemilan, jas hujan plastik, obat pribadi dan handphone. Tak lupa memakai jacket, kupluk, masker, headlamp, sarung tangan, kaos kaki dan sepatu siap muncak di subuh yang sangat dingin itu.
Waktu menunjukkan pukul 04 pagi. Sangat bersyukur pagi itu cuaca cerah, sang rembulan menerangi walaupun dibantu dengan headlamp yang terpasang di kepala. Suara riuh mulai terdengar dari tenda tenda pendaki yang persiapan juga untuk muncak, bahkan ada beberapa yang sudah berjalan terlebih dahulu ini terlihat dari cahaya lampu di jalur pendakian.
Walaupun sudah tidak membawa tas yang berat tapi pendakian ke puncak subuh itu cukup melelahkan, selain trek nya yang lumayan berat oksigen juga semakin tipis. Akibatnya gue sering terhenti untuk beristirahat memulihkan tenaga, satu persatu peserta rombongan mulai terpisah. Para pendaki semakin ramai memadati jalur walaupun tidak sepadat kemarin sore. Dan akhirnya gue terpisah sendiri dari rombongan, sebagian berada di depan dan sebagian berada di belakang. Walaupun sering berhenti untuk istirahat tapi tidak bertemu juga dengan mereka, hal ini terus terang bikin semangat gue jadi drop.
Berjalan sendiri tanpa teman bikin perasaan jadi melow, apalagi ada beberapa bagian jalan dimana tidak ada orang satupun dan gue hanya berjalan sendiri. Tapi gue tetap menyemangati diri sendiri kalau gue pasti bisa. Mengejar sunrise di puncak sepertinya tidak keburu lagi, sang mentari sudah terbit ketika gue masih berusaha menggapai puncak.
Berjalan sendiri tanpa teman bikin perasaan jadi melow, apalagi ada beberapa bagian jalan dimana tidak ada orang satupun dan gue hanya berjalan sendiri. Tapi gue tetap menyemangati diri sendiri kalau gue pasti bisa. Mengejar sunrise di puncak sepertinya tidak keburu lagi, sang mentari sudah terbit ketika gue masih berusaha menggapai puncak.
Keadaan di puncak sudah ramai oleh para pendaki yang sibuk untuk berfoto, puas dengan pencapaian mereka mencapai puncak. Dalam hati cuma bisa mengucap syukur sampai sejauh ini masih diberi perlindungan oleh Sang Pemilik Semesta. Sejenak melihat jam di tangan ternyata gue menghabiskan waktu sekitar dua jam dari tempat camping menuju puncak.
Dari puncak 2.958 mdpl ini terlihat Gunung Pangrango yang gagah di depan mata, sebagian para pendaki terkadang melakukan pendakian lintas jalur untuk summit ke gunung Pangrango. Terlihat juga gunung Salak yang konon katanya penuh dengan mistis ini. Didepan sana juga kawah gunung Gede terlihat mengeluarkan asap dan sesekali tercium bau belerang, ini menandakan jika gunung ini masih aktif.
Alun Alun Surya Kencana Dan Edelweis
Di puncak akhirnya bisa bertemu kembali dengan teman teman dan foto foto bersama, cuaca yang cerah mengiringi langkah kami kembali ke tenda yang berada di Alun alun Surya Kencana.
Di puncak akhirnya bisa bertemu kembali dengan teman teman dan foto foto bersama, cuaca yang cerah mengiringi langkah kami kembali ke tenda yang berada di Alun alun Surya Kencana.
Alun alun Surya Kencana merupakan padang seluas kurang lebih 50 hektar yang berupa dataran landai yang ditumbuhi oleh Edelweis. Tempat ini merupakan tempat terakhir untuk mendirikan tenda sebelum melanjutkan pendakian ke puncak. Karna tempatnya yang sangat luas maka tempat ini bisa menampung banyak tenda dan tidak harus berdesakan. Di tempat ini juga para pendaki bisa menemukan aliran sungai yang air nya bisa dikonsumsi untuk keperluan makan dan minum. Dan jika lagi musimnya tempat ini akan menjadi surga Edelweis.
Perjalanan turun kembali ke basecamp ditemani oleh guyuran hujan deras, jalur yang licin dan berlumpur membuat langkah kaki harus berhati hati, ini pengalaman yang sangat luar biasa. Perjalanan turun ini membutuhkan waktu sekitar 5 jam sampai ke basecamp Hadi yang selanjutnya setelah istirahat dan bersih bersih kami segera kembali pulang ke tempat nyaman dan hangat yaitu RUMAH. Terima kasih untuk perjalanan dan pengalaman ini, jalur pendakian yang sangat ramai dan antri meninggalkan kenangan di kaki yaitu Pegal hehe.
Perjalanan turun kembali ke basecamp ditemani oleh guyuran hujan deras, jalur yang licin dan berlumpur membuat langkah kaki harus berhati hati, ini pengalaman yang sangat luar biasa. Perjalanan turun ini membutuhkan waktu sekitar 5 jam sampai ke basecamp Hadi yang selanjutnya setelah istirahat dan bersih bersih kami segera kembali pulang ke tempat nyaman dan hangat yaitu RUMAH. Terima kasih untuk perjalanan dan pengalaman ini, jalur pendakian yang sangat ramai dan antri meninggalkan kenangan di kaki yaitu Pegal hehe.















Comments
Post a Comment